
Seperti kita tahu, kelemahan ponsel cerdas saat ini rata-rata ada pada kapasitas baterenya yang kurang cerdas alias boros batere. Hampir semua ponsel selalu terhubung dengan internet dan itu membuat batere jadi panas dan cepat habis. Apalagi saat ponsel kita paksakan tetap terkoneksi dengan internet padahal lokasi kita menggunakan ponsel sinyalnya sangat kecil.
OS Apple (iOS) ataupun Android, sama-sama menginginkan adanya koneksi tak terputus dengan internet saat ponsel dihidupkan. Bila koneksi itu dimatikan, maka akan banyak sekali fitur kelebihan ponsel cerdas ini yang hilang begitu saja. Salah satu resep awet batere ponsel memang dengan berada pada modus airplane, tapi artinya kita tidak bisa melakukan koneksi internet.
Bagaimana bisa kita melakukan check in ke web Garuda kalau tidak terkoneksi ke internet? Atau bagaimana kita bisa mencatatat kegiatan olah raga berjalan atau sepedaan kalau ponsel cerdas kita tidak terkoneksi ke internet? Masalah di atas diatasi dengan berbagai macam hal, misalnya mengganti batere asli yang kapasitasnya kecil dengan batere aspal yang kapasitasnya lebih gede. Dalam hal ini sering ditemukan ukuran ponsel menjadi besar meskipun talk time jadi lebih lama.
Bila kita tidak mempermasalahkan ukuran ponsel, maka metode ini cukup mengatasi masalah.
Cara lain adalah membeli batere tambahan sebagai back up batere. Cara ini kuno, boros dan tentu sangat tidak menarik bagi para pemakai ponsel cerdas.
MOBILE CHARGER
Saat ini cara yang cukup menarik adalah membeli mobile charger yang bisa dibawa kemana saja dan melakukan pengisian batere ponsel dengan charger tersebut, saat kita tidak menemukan colokan listrik di dekat kita. Cara ini cukup praktis, karena kita bisa melakukan proses pengisian batere sambil berbelanja di mall, sambil makan di restoran yang tidak ada colokan listriknya dan dimana saja saat kita tidak bisa duduk diam menunggu batere kita diisi ulang.
Di pasaran banyak bertebaran mobile charger seperti ini dan akibatnya sering menyulitkan saat akan membeli charger ini.
Aku mencoba mencatat apa yang telah kulakukan saat akan membeli mobile charger.
1. Kalau ponsel kita keluaran Apple, pastikan ada tulisan “for apple” pada spesifikasi tekniknya.
2. Kalau penggunaan kita sedang-sedang saja, pilihan angka 2.000 mAh cukup optimal. Bila penggunaan di atas sedang, maka boleh dipikirkan model 2 x 2.000 mAh.
3. Pilih merk yang familiar dan yang paling penting yakinkan bahwa merk yang kita pilih mempunyai review bagus. Beberapa merk terkenal ada yang mengecewakan penggunanya setelah dibeli, apalagi merk yang tidak jelas.
4. Jangan pernah percaya dengan “kecap” penjual yang kadang jauh dari kenyataan.
5. Saya memilih model charger dua “part’ dan bukan satu “part’, sehingga saat charger diisi batere bentuknya besar tapi saat dia mengisi batere ponsel bentuknya jadi kecil.
Kalau ada yang punya tips lain, silahkan ditambahan agar bermanfaat bagi pembaca.
Bagiku memilih Mobile Charger (Power bank) untuk Ponsel pintar (Smartphone) ya SONY saja, agak mahal tetapi kualitasnya boleh diandalkan. Meski demikian, akan sangat baik kalau kita selalu melakukan penggunaan batere yang optimal dengan cara mematikan fitur ponsel yang kurang berguna dan dihidupkan saat diperlukan saja. Untuk hal ini aku gunakan Norton Mobile Utilities sebagai aplikasi yang memudahkan penyetelan fitur yang tidak perlu dipakai.
Terima Kasih
Blogger Comment
Facebook Comment